Ingatlah pemberian Allah kepada anda, betapa semua itu mengelilingi anda dari atas dan bawah,
bahkan sesungguhnya dari segala arah dan penjuru.
Renungkanlah, betapa Allah telah menganugrahkan kepada anda kemampuan mendengar dan melihat dengan sempurna, kemampuan anda untuk berpikir, sementara berapa banyak orang yang otak dan mentalnya dihinggapi penyakit. Pandanglah hidup anda, Allah dengan sifat Yang Maha Pengasih dan Penyayang, telah membebaskan anda dari penyakit yang sewaktu-waktu dapat menyerang hidup anda tanpa pernah tahu kapan, sementara sebagian orang tergolek tak berdaya berjuang melawan penyakit. Apakah anda masih belum mau bersyukur?
Bersediakah anda, jika kemampuan mendengar dan melihat anda dijual dengan emas sebesar gunung uhud, atau kemamapuan berbicara anda ditukar dengan sebuah istana yang megah?
Alangkah banyak anugrah yang telah diberikan Allah kepada anda, namun masih tetap saja anda tidak bersyukur. Meskipun anda menikmati hangatnya nasi, segarnya air, lelapnya tidur dan kesehatan yang prima, tetap saja anda merasa tertekan dan depresi, anda selalu memikirkan sesuatu yang tidak anda miliki dan tidak mensyukuri apa yang telah anda dapatkan. Anda selalu merasa resah dan cemas dengan hidup anda, kekurangan harta, penyakit yang menyerang dan sejuta masalah kehidupan. Anda terlalu banyak mengeluh dengan sedikit saja ujian dan cobaan dari Allah, padahal kita tahu permasalah tidak akan selesai dengan mengeluh. Anda tidak pernah menghitung berapa banyak pemberian dari Allah sang pencipta Yang Maha Kaya dan Maha Mengabulkan yang telah anda dapatkan. Renungkanlah tentang diri anda, keluarga, teman dan dunia yang ada disekitar anda. Bersyukurlah, bahwa anda masih memiliki kunci untuk mencapai kebahagiaan, yaitu hati anda,
Hati yang tidak pernah mengeluh dan putus asa,
Hati yang penuh kasih sayang,
Hati yang memancarkan cahaya ilahi,
Hati yang selalu bersyukur tawakal,
Hati yang selalu berdzikir.
(DR. Aidh bin Abdullah Al-Qarni)



