• Home
  • Abatasa
Mencari Setitik Cahaya Dalam Gelap
  • Profile

    • Saiful Bahri
      Saiful Bahri
      supel, humoris, sederhana
  • Categories

    • Artikel (1)
    • Cermin Hati (1)
    • Mutiara Kata (1)
    • SaMaRa (0)
    • Tausyiah (3)
  • Tag

  • Archives

    • October 2010
    • September 2010
    • August 2010
  • Links

  • Statistik

      Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 7826 kali
Okt 12

Kematian Hati

Tausyiah 2 Comment »

Berapa banyak orang menguasai teori ilmu serta dikenal dan dihormati sebagai ilmuwan dan ulama, namun kehilangan potensi hati nurani. Bashirahnya tertutup limbah dunia, membuat cahayanya tak tembus menerangi jalan. Para koruptor yang memiskinkan rakyat dan menguras kekayaan bangsa untuk kepentingan diri sendiri adalah para pengkhianat yang mati rasa. Mereka yang memproduk siaran cabul, menyiarkan kebebasan seks, membuka rumah bordil, memproduksi dan mengedarkan tuak, candu dan madat adalah makhluk yang padam hati nurani. Kehidupan fisik tak mampu mengimbangi busuk akhlaq mereka yang membuat tak nyaman lingkungan. Tak ada orang yang kerasan berlama–lama dekat mereka. Hidup menebar bau busuk dan mati menuai amal busuk.


Mereka yang keruh nurani, selalu melihat dengan angan-angan panjang. “Seakan kematian hanya berlaku atas orang lain“. Sejauh ini dosa dan kemaksiatan merupakan pembunuh utama hati nurani. Hati menjadi keras membatu, watak menjadi beku dan hati menyempit. Ayat-ayat suci tak membekas di hati, kematian tak menghasilkan ibrah, luapan syahwat dunia semakin tak terkendali, wajah menggelap memantulkan kelam hati, hilang semangat beramal dan lenyap kelezatan dzikir.


Lihatlah para penjual ayat yang dengan ringan berfatwa bathil demi kekayaan diri. Do’a yang mereka bunyikan memang benar hanya bunyi. Dan bila ada kader muslim yang merasa, inilah zaman keterbukaan, lalu membumi hanguskan tradisi dakwah yang baik, mereka telah membunyikan lonceng kematian bagi hati nuraninya. Bila berpolitik, mereka hanya tahu intrik. Tak ada rasa malu merebut posisi, dengan berhias khayalan syaithani. Akulah Yusuf yang credible dan expert. Padahal begitu jauh jurang memisah, mana Yusuf, mana pemimpi di terik mentari. Golongan ini tak kenal mihwar tak kenal era, baginya semua adalah era naf’i dan mihwar maslahi (era mengambil keuntungan dan fase mengambil maslahat).


Orang-orang seperti itu harus kerap diajak menurunkan jenazah ke liang lahat, melepas kerabat di akhir nafas, atau berbiduk di lautan dengan gelombang yang ganas. Bila tak mempan, takbirkan empat kali bagi kematian hati nuraninya..

(Allahyarham Ust. Rahmat Abdullah)

 

(read more ...)


Sep 24

Petikan Perkataan Orang2 Shalih

Mutiara Kata 0 Comment »

Tanda Kebahagiaan & Kesengsaraan


"Tanda kebahagiaan seorang hamba ialah menyembunyikan amal kebaikannya di belakang punggungnya
dan meletakkan amal keburukannya di depan matanya. Tanda kesengsaraan seorang hamba ialah meletakkan amal kebaikannya di depan matanya dan menyembunyikan amal keburukannya di belakang punggungnya." (Ibnu Qayyim)


Dua Tempat Pemberhentian Seorang Hamba

"Seorang hamba punya dua tempat pemberhentian di hadapan Allah SWT. Pertama, ketika ia shalat menghadap kepadan-Nya. Kedua, ketika ia berdiri di hadapan-Nya di hari kiamat. Barangsiapa menunaikan hak tempat pemberhentian yang pertama
maka ia akan diringankan pada tempat pemberhentian yang kedua. Dan barangsiapa yang meremehkan tempat pemberhentian yang pertama dan tidak menunaikan haknya, maka Allah akan mempersulitnya di tempat pemberhentian yang kedua."
(Ibnu Qayyim)


Empat Tingkatan Ilmu

"Pertama, orang yang tahu dan tahu bahwa dirinya tahu, dialah orang yang alim, maka ikutilah ia. Kedua, orang yang tahu tapi dia tidak tahu bahwa dirinya tahu, dia itu sedang tidur, maka bangunkanlah dia. Ketiga, orang yang tidak tahu dan dia tahu bahwa dirinya tidak tahu, dan itu orang yang jahil, maka ajarilah dia. Keempat, orang yang tidak tahu dan tidak tahu bahwa dirinya tidak tahu, inilah orang yang sesat, maka tolaklah ia." (Alkhalil Ibnu Ahmad)


Hikmah Tidak Masuk Pada Empat Hati

"Hikmah itu turun dari langit dan masuk kedalam semua hati, kecuali hati yang ada empat macam; Pertama, hati yang condong kepada dunia. Kedua, hati yang risau untuk hari esok. Ketiga, hati yang dengki kepada sesama. Keempat, hati yang senang pada pangkat dan kedudukan." (Yahya bin Muadz Arrazy)

 

(read more ...)
Sep 23

Manfaat Sujud

Artikel 0 Comment »

1.    Aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Karena itu, lakukan sujud dengan thumaninah, jangan tergesa gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Postur ini juga menghindarkan gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik rukuk maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan. 

 

2.    Dari sudut pandang ilmu psikoneuroimunologi (ilmu mengenai kekebalan tubuh dari sudut pandang psikologis) yang didalami Prof Sholeh, gerakan ini mengantar manusia pada derajat setinggi-tingginya. Mengapa? Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin, pembuluh darah di otak terlatih untuk menerima banyak pasokan darah. Pada saat sujud, posisi jantung berada di atas kepala yang memungkinkan darah mengalir maksimal ke otak. Itu artinya, otak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang memacu kerja sel-selnya. Dengan kata lain, sujud yang thumaninah dan kontinyu dapat memacu kecerdasan.

 

3.    Sujud adalah latihan kekuatan untuk otot tertentu, termasuk otot dada. Saat sujud, beban tubuh bagian atas ditumpukan pada lengan hingga telapak tangan. Saat inilah kontraksi terjadi pada otot dada, bagian tubuh yang menjadi kebanggaan wanita. Payudara tak hanya menjadi lebih indah bentuknya tetapi juga memperbaiki fungsi kelenjar air susu di dalamnya.

 

4.    Manfaat lain bisa dinikmati kaum hawa yaitu saat pinggul dan pinggang terangkat melampaui kepala dan dada, otot-otot perut (rectus abdominis dan obliquus abdominis externuus) berkontraksi penuh. Kondisi ini melatih organ di sekitar perut untuk mengejan lebih dalam dan lama. Ini menguntungkan wanita karena dalam persalinan dibutuhkan pernapasan yang baik dan kemampuan mengejan yang mencukupi. Bila, otot perut telah berkembang menjadi lebih besar dan kuat, maka secara alami ia justru lebih elastis. Kebiasaan sujud menyebabkan tubuh dapat mengembalikan serta mempertahankan organ-organ perut pada tempatnya kembali (fiksasi).

 

5.    Dr. Fidelma, seorang Doktor Neurologi di sebuah rumah sakit di AS, terpukau ketika melakukan kajian terhadap syaraf-syaraf di otak manusia. Yang membuat dia terpukau adalah terdapat beberapa urat syaraf di otak manusia yg tidak dimasuki darah, padahal setiap inchi otak manusia memerlukan suplai darah agar bisa berfungsi secara nomal. Setelah melakukan penelitian dengan seksama dan memakan waktu yang lama, Dr. Fidelma akhirnya mendapati kenyataan bahwa urat-urat syaraf di otak itu tidak dimasuki darah kecuali bila seseorang sedang shalat, yakni ketika dalam posisi sujud.. Subhaanallah.. ternyata urat syaraf itu memerlukan darah hanya beberapa saat saja, yakni ketika seseorang shalat.

 

Setelah penelitian itu, Dr. Fidelma mencari tahu tentang Islam, lewat buku-buku keislaman dan diskusi dengan rekan-rekannya yg muslim. Dan akhirnya, dengan kesadaran penuh, Dr. Fidelma mengikrarkan keislamannya. Allah SWT berkenan memberikannya hidayah pada iman. Keyakinannya pada agama yg baru dianutnya itu demikian besar. Sekarang Dr.Fidelma membuka klinik, "Pengobatan dengan Al-Qur’an". Dia terus mengkaji pengobatan Islami dan memberikan pengobatan dengan ayat-ayat Al-Qur’an.

 

6.    Adalah Dr. Muhammad Dhiyaa uddin Hamid, dosen jurusan Biologi dan ketua departemen radiasi makanan di lembaga penelitian teknologi radiasi yang menyimpulkan bahwa radiasi yang ditimbulkan oleh teknologi listrik dapat memberikan efek samping yang membahayakan organ-organ tubuh, terutama otak. Wa bil khusus bagi mereka yang tinggal di sekitar lingkungan yang memiliki tegangan listrik dan medan magnet yang tinggi, misal di dekat gardu listik berkekuatan tinggi (Sutet).

Sebab, dosis radiasi listrik yang berlebihan itu dapat mengganggu fungsi organ-organ, karena dapat meningkatkan kandungan elektrik di dalam tubuh. Tapi jangan salah, bagi Anda yang jauh dari gardu listrik jangan dulu merasa aman dari itu semua. Kecuali Anda hidup di daerah yang memang belum ada listrik sama sekali. Sebab nantinya peralatan rumah tangga yang lekat dalam kehidupan kita juga lambat laun sama bahayanya.

Kalau radiasi itu terus dibiarkan menumpuk dalam tubuh kita, bisa menyebabkan kerusakan pada organ tubuh dan akhirnya akan menimbulkan penyakit modern yang disebut "Penat", kejang-kejang otot, radang tenggorokan, mudah capek atau lelah, stress, migrain, sampai pikun di usia muda. Apabila dari diri kita tidak ada usaha untuk membuang tumpukan radiasi tersebut, masalahnya akan semakin besar yang berakibat pada timbulnya tumor di otak kita.

Oleh karena itu tidak perlu khawatir, satu lagi rahasia Ilahi telah terkuak. Kita tidak perlu takut untuk kembali ke jaman primitif. Allah SWT telah memberikan solusi preventif sejak dahulu kala, jauh sebelum listrik ditemukan, yakni dengan kita melakukan sujud! Mengapa ...? Karena pada waktu kita sujud itu, tentu kita akan menempelkan dahi kita ke lantai.

Nah, ketika sujud kelebihan ion-ion positif yang ada di dalam tubuh kita akan mengalir ke bumi, karena tentu kita tahu bahwa bumi adalah tempat ion-ion negatif. Masih ingat pelajaran SMP tentang ion positif dan negatif ? Maka terjadilah proses penetralisiran radiasi listrik dan magnet tersebut. Lebih sempurna lagi kalau kita sujud dengan menggunakan 7 anggota badan (dahi, hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut dan kedua kaki) karena akan mempercepat proses tersebut.

Kemudian ketika kita sujud itu harus menghadap Kiblat / Mekkah (Ka’bah), persis seperti yang kita lakukan seperti sholat yang menghadap kiblat. Sebab, Mekkah adalah pusat bumi di alam semesta ini! Jelas ketika kita langsung menetralisir radiasi itu langsung ke pusat dimana ion negatifnya berada akan lebih mudah proses penyembuhannya.

 

7.    Dan satu hal lagi yang membuat sujud menjadi menakjubkan adalah bahwa ada satu ruangan di dalam otak kita yang tidak akan pernah dilalui oleh darah selama kita hidup, kecuali dengan sujud! Sehingga tatkala kita sujud, maka aliran darah akan mengalir ke ruangan tersebut yang menyebabkan fikiran akan lebih rileks dan segar kembali.

 

(read more ...)
Sep 23

Renungkan Dan Bersyukurlah

Tausyiah 0 Comment »

Ingatlah pemberian Allah kepada anda, betapa semua itu mengelilingi anda dari atas dan bawah,

bahkan sesungguhnya dari segala arah dan penjuru.

"Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakanya". (ibrahim 14:34).

Kesehatan, keselamatan, kecukupan gizi, terpenuhinya sandang, pangan dan papan, tersedianya udara dan air, memiliki tubuh sempurna, ada dua mata, dua kaki, dua tangan, bibir dan lidah. Semua nikmat tersebut adalah bagian dari dunia yang menjadi milik anda, namun banyak dari anda yang tidak menyadarai bahkan tetap tidak mensyukuri bahwa anda telah memiliki semua itu.

"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan". (ar-rahman 55:13).

Bayangkanlah, jika anda harus berjalan tanpa kedua kaki?. Tidakah anda merasakan kenikmatan tidur pulas? disaat orang lain tidak bisa menikmatinya. Apakah anda lupa ketika menyantap makanan yang lezat dan segarnya air minum, sementara sekelompok orang yang menderita penyakit tidak bisa merasakan kenikmatan yang dianugrahkan kepada anda.

Renungkanlah, betapa Allah telah menganugrahkan kepada anda kemampuan mendengar dan melihat dengan sempurna, kemampuan anda untuk berpikir, sementara berapa banyak orang yang otak dan mentalnya dihinggapi penyakit. Pandanglah hidup anda, Allah dengan sifat Yang Maha Pengasih dan Penyayang, telah membebaskan anda dari penyakit yang sewaktu-waktu dapat menyerang hidup anda tanpa pernah tahu kapan, sementara sebagian orang tergolek tak berdaya berjuang melawan penyakit. Apakah anda masih belum mau bersyukur?

Bersediakah anda, jika kemampuan mendengar dan melihat anda dijual dengan emas sebesar gunung uhud, atau kemamapuan berbicara anda ditukar dengan sebuah istana yang megah?

Alangkah banyak anugrah yang telah diberikan Allah kepada anda, namun masih tetap saja anda tidak bersyukur. Meskipun anda menikmati hangatnya nasi, segarnya air, lelapnya tidur dan kesehatan yang prima, tetap saja anda merasa tertekan dan depresi, anda selalu memikirkan sesuatu yang tidak anda miliki dan tidak mensyukuri apa yang telah anda dapatkan. Anda selalu merasa resah dan cemas dengan hidup anda, kekurangan harta, penyakit yang menyerang dan sejuta masalah kehidupan. Anda terlalu banyak mengeluh dengan sedikit saja ujian dan cobaan dari Allah, padahal kita tahu permasalah tidak akan selesai dengan mengeluh. Anda tidak pernah menghitung berapa banyak pemberian dari Allah sang pencipta Yang Maha Kaya dan Maha Mengabulkan yang telah anda dapatkan. Renungkanlah tentang diri anda, keluarga, teman dan dunia yang ada disekitar anda. Bersyukurlah, bahwa anda masih memiliki kunci untuk mencapai kebahagiaan, yaitu hati anda,

Hati yang teduh, tenang dan damai,

Hati yang tidak pernah mengeluh dan putus asa,

Hati yang penuh kasih sayang,

Hati yang memancarkan cahaya ilahi,

Hati yang selalu bersyukur tawakal,

Hati yang selalu berdzikir.

 

(DR. Aidh bin Abdullah Al-Qarni)

 

(read more ...)
Sep 22

Muhassabah

Cermin Hati 0 Comment »

Dari waktu ke waktu, hari ke hari, kemarin, hari ini dan esok, bagai perjalanan seorang musafir yang terus menerus
berlalu tak kenal henti, ia melangkahkan kakinya kedepan, dan tak pernah ia mundur kembali kebelakang walau sejenak, mungkin kadang ia tengokkan wajahnya kebelakang. Perjalanan hidup kita ini memang tak pernah berhenti, bagai roda berputar pada porosnya, dari semenjak kita lahir, anak-anak hingga kini dewasa dan insyaAllah bila kita panjang umur, kita akan menikmati usia senja kita...

Seorang insan manusia sebelum ia lahir, telah mengikat perjanjian dengan Allah SWT didalam rahim Ibunya, bahwa Allah SWT adalah Tuhannya, dan berjanji untuk mengimani-Nya dan beribadah hanya kepada-Nya kelak ia dilahirkan kedunia, maka sebab itu manusia terlahir dalam keadaan suci, dan dengan bimbingan orang tuanya, keluarganya, orang terdekatnya, dan juga lingkungannya ia memiliki prinsip hidupnya dalam menjalani kehidupan ini, dan inilah perjalan hidup manusia seutuhnya, ketika waktu yang ia miliki, ia isi dengan berbagai macam perilakunya, berbagai macam sifatnya, amalnya, pekerjaan dan karyanya...

Dalam perjalanan seorang musafir menuju kepada tujuannya, sejenak ia teduhkan dirinya, ia kumpulkan kembali energi langkah dan pikirannya, dan tentunya mengevaluasi perjalanan jauhnya, apakah searah dengan jalan yang ia rencanakan sebelumnya. Begitupun kehidupan ini, sudah barang tentu sebuah evaluasi diri sangat urgent bagi perjalanan hidup selanjutnya. Kita perlu merenungkan apa yang telah kita lakukan, apayang telah kita amalkan, apayang telah kita kontribusikan, baik untuk kehidupan yang akan kita hadapi esok di dunia yang fana ini, dan apayang kita alami kelak di akhirat nanti...

Evaluasi diri adalah rem kita dalam mengendarai roda kehidupan yang terus berputar ini, mengistirahatkan kondisi ruhani kita yang kadang atau mungkin sering lepas kendali, karena faktor internal dalam diri kita, karena kurangnya ilmu, kurangnya wawasan, dan atau bisa jadi karena keringnya ruhiyah kita dari siraman tarbiyah, baik dzatiyah maupun jamaah, maupun sebab faktor eksternal dari lingkungan di sekitar kita, berupa tekanan-tekanan dalam pekerjaan yang penuh dengan persaingan, waktu yang kadang lebih sedikit dari tugas yang diemban, himpitan ekonomi, kriminalitas, musibah, dsb...

Evaluasi diri adalah tindakan nurani kita dalam menghitung setiap kebaikan yang kita lakukan dan kita pun berharap agar kebaikan itu terus berlanjut dan bertambah, dan juga menghitung keburukan kita dan berharap pada Allah SWT untuk mengampuni segala kesalahan/keburukan sifat-sifat kita, selanjutnya berharap dengan sekuat kemampuan untuk mengeliminirnya, sebagaimana Sayyidina Umar bin Khattab ra pernah mengatakan : "Hitunglah dirimu sebelum dihitung Allah SWT (di Padang Mahsyar)". karna sesungguhya (mengutip kembali perkataan Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra) yakni : Hari ini (dunia) ada amal dan tidak ada hisab, sedangkan esok (akhirat nanti) akan ada hisab dan tidak ada lagi amal...

wallahu ’alam bishowab

Jakarta, 13 Syawal 1431 H

(read more ...)
.::. Designed by SiteGround Web Hosting

cssandhtml